Posts

Showing posts from October, 2011

Hebat , 1 tulisan terbit di 2 koran

Kamis, tanggal 17/10/2011 merupakan siang yang mengesankan, sekaligus kaget melihat tulisan Indra Catri terbit lagi di teras utama harian pagi Padang Ekspress dengan judul Semoga menjadi haji mabrur . Tulisan dengan isi dan judul yang sama pada tanggal 16/10/2011 juga diterbitkan dirubrik komentar harian Singgalang.

Stadion bola payakumbuh

Jika orang luar daerah bertanya. Apa yang bisa dibanggakan dengan sepak bola Kota Payakumbuh? Tentu jawabnya beragam dan bisa di ceritakan bahwa kota Payakumbuh memiliki bibit potensial dan berpengaruh dalam kancah sepak bola lokal maupun nasional. Sebagai bukti hidup yaitu Nilmaizar putra asli kota galamai sebagai pelatih yang mampu membawa Semen Padang peringkat 4 nasional pada musim lalu, mungkin itu salah satu jawabnya. Penduduk Kota Payakumbuh rata-rata penggemar sepak bola dan masyarakatnya antusias dengan pertandingan yang berbau bola. Saking gilanya dengan permainan bola, halaman pojok rumah pun bisa disulap jadi lapangan ( futsal ). Tidak percaya. Lihat saja lapangan futsal di kelurahan parak betung, parit rantang dan kelurahan labuh baru. Tanah untuk perumahan yang belum dibangun dipaksakan menjadi stadion berlantaikankan tanah dan beratapkan langit. Keadaan gila bola yang telah merakyat di Kota perlintasan ini membuat peluang manis bagi pengusaha, sehingga bermuncu...

Cabai merah tambah pedas

Image
Payakumbuh I Harga cabai merah terus berfluktuasi dari harga 25.000/kg hingga mencapai harga tertinggi 40.000/kg ungkap Iyek kepada Reportase Online pada tanggal 19/10/2011 di Kediamanya. Iyek salah seorang petani cabai merah di Payakumbuh ( Sumbar). Harga cabai merah yang terus berfluktusi dikarenakan produksi petani menurun yang disebabkan kemarau sedangkan permintaan terus meningkat. Sebagai petani, tentunya Iyek merasa senang harga cabai merah terus naik. Pernah dilaporkan beberapa minggu yang lalu oleh koran lokal, ladang petani cabai merah disatroni maling di kabupaten 50 kota. Sehingga Iyek merasa was-was dan dimalam hari ia berjaga-jaga dengan memberi penerangan pada ladang yang berada dekat rumahnya. Kenaikan harga cabai yang terus meningkat, membuat sebagian warga khawatir " Cabai merah tambah pedas " ciloteh ibu-ibu di pasar. Semoga harga cabai merah cepat normal, harap salah seorang ibu rumah tangga yang tak ingin disebutkan namanya.