Budaya merantau, pilihan atau ancaman?
Saat lebaran datang, perantau berbondong-bondong mudik. Kampung halaman terasa begitu hidup. Jalanan yang biasanya lengang, dipastikan macet oleh arus bolak-balik kendaraan berplat luar daerah. Pusaran ekonomi terasa menggeliat selama perantau berada di ranah. Orang rantau tidak pelit berbagi uang lebaran kesanak famili, sehingga orang kampung ketiban rezeki dengan kehadiran perantau. Lagak langgam Perantau begitu dahsyat di pandang mata. Juga jadi bahan gosip bagi pemuda/pemudi di Lapau (baca: warung). Bahwa, si Anu bawa mobil pulang, penampilanya beda, konon kabar sudah punya beberapa Ruko di Pulau Jawa. Selama lebaran, kuping ini di suguhi tentang kesuksesan yang telah diraih perantau di negri orang. Tolak ukurnya adalah mobil mewah, perhiasan yang dipakai dan kedermawanan sang perantau. Dahsyatnya daya tarik merantau menghadirkan keinginan kuat bagi pemuda yang ada dikampung untuk mengikuti jejak sanak saudaranya yang telah sukses d...