Posts

Showing posts from August, 2012

Budaya merantau, pilihan atau ancaman?

Image
Saat lebaran datang, perantau berbondong-bondong mudik. Kampung halaman terasa begitu hidup. Jalanan yang biasanya lengang, dipastikan macet oleh arus bolak-balik kendaraan berplat luar daerah. Pusaran ekonomi terasa menggeliat selama perantau berada di ranah.  Orang rantau tidak pelit berbagi uang lebaran kesanak famili, sehingga orang kampung ketiban rezeki dengan kehadiran perantau. Lagak langgam Perantau begitu dahsyat di pandang mata. Juga jadi bahan gosip bagi pemuda/pemudi di Lapau (baca: warung). Bahwa, si Anu bawa mobil pulang, penampilanya beda, konon kabar sudah punya beberapa Ruko di Pulau Jawa. Selama lebaran, kuping ini di suguhi tentang kesuksesan yang telah diraih perantau di negri orang. Tolak ukurnya adalah mobil mewah, perhiasan yang dipakai dan kedermawanan sang perantau. Dahsyatnya daya tarik merantau menghadirkan keinginan kuat bagi pemuda yang ada dikampung untuk mengikuti jejak sanak saudaranya yang telah sukses d...

Perantau Pariaman, Ayo bangun kampung

Image
Sekitar tahun 2009, saya bangga mendengar pernyataan salah seorang warga Kota Payakumbuh tentang kekaguman dia terhadap uletnya orang Pariaman berdagang dan berusaha. Kekaguman teman saya yang dari Payakumbuh tersebut sangat wajar, sebab dibangunya Pusat perbelanjaan Modern (Ramayana Store) di Payakumbuh oleh seorang putra Pariaman asal Sungai Limau, yang saat itu beliau berdomisili di Jakarta. Grand Rocky Hotel Bukittinggi. Dok: hariansinggalang Pengusaha tersebut tidak di Payakumbuh saja berinvestasi, tapi di Padang dan Bukittinggi. Di Padang beliau  punya Hotel berbintang dan pusat perbelajaan modern. Bulan  Maret 2012 lalu beliau meresmikan hotel bintang empat di Bukittinggi. Basko Grand Mall dan Hotel.image:skyscrapercity Kemudian, teman saya yang di Payakumbuh itu menambahkan, bahwa orang terkaya di Pekan Baru putra Pariaman juga, namanya Basrizal Koto, beliau juga punya Hotel berbintang di Padang. Saya terheran-heran dari mana teman tersebut dapat data...

Korea selatan pecundangi Inggris Raya di Perempat Final

Image
Kiper timnas Korea selatan Beom Young Lee mampu menepis tendangan pinalti Daniel Sturiddge. Penyelamatan hebat dari kiper pengganti tersebut, menghantarkan Korea Selatan meraih tiket semifinal olimpiade london 2012. Timnas Korea Selatan merayakan kemenangan./ Getty Images Pertandingan berlangsung sengit. Babak pertama, Tim Korea Selatan memberi gol kejutan pada menit 30 melalui Don Wong Ji. Tidak lama, Britania membalas lewat eksekusi penalti Aaron Ramsey di menit 36. Pada menit 41, wasit kembali menunjuk titik putih. Karena, Ki Sung-yeung melanggar Daniel Sturridge dalam kotak terlarang. Eksekusi Ramsey yang ke dua ini, mampu digagalkan kiper utama korsel Jung Song Ryong. Kedudukan jad  1-1. Babak kedua, tepatnya pada menit ke- 60, terjadi insiden antara Jung Song-Ryong dengan Micah Richards. Keduanya pun diganti oleh Lee Bum-Young dan Craig Dawson. Pertandingan semakin sengit hingga perpanjangan waktu. Namun, kedudukan masih 1-1. Akhirnya wasit memutuskan adu penalti....

Bangladesh Larang Bantu Pengungsi Rohingya

Image
Pembantaian muslim Rohingya oleh pemerintah Myanmar, membuat warga muslim Rohingya mencari suaka politik keberbagai Negara tetangga, termasuk Indonesia. Pengungsi Rohingya  penampungan darurat di Teknaf, Bangladesh  . Sumber: VOA Menurut Menteri Luar Negeri Marty Natalegawa sebagaimana yang dikutip VOA 2/8/2012, bahwa Indonesia telah  menerima 270 orang Rohingya yang berstatus pencari suaka politik. Rohingya yang berada di Indonesia, dapat sambutan baik dari pemerintah dan rakyat Indonesia Namun, berbeda dengan pemerintah Bangladesh. Para pejabat Bangladesh memerintahkan agar mereka menghentikan bantuan pada sebuah penampungan darurat di Teknaf, Bangladesh. Karena, layanan itu mendorong arus pengungsi Rohingya dari Burma ke Bangladesh.

Tontowi/ L.Natsir gagal persembahkan emas

Image
Reportase Online I  Ganda campuran Indonesia, Tontowi Ahmad / Liliyana Natsir gagal persembahkan emas di Olimpiade London 2012. Sumber: Reuters  Tontowi Ahmad / Lilyana Natsir dipaksa kalah oleh pasangan China Xu Chen-Ma Jin 23-21, 18-21, dan 13-21 pada partai semifinal.(*)